Alkisah, beberapa tahun lalu (tepatnya sekitar 18 tahun yang lalu), tanggal 7 JANUARI 1989, lahirlah seorang anak yang lucu, imut, ngegemesin, ganteng, keren, dan berbakti pada orang tua, yang kelak akan membangun bangsa ini.
Oleh orang tuanya dinamakan RIFA MULYAWAN.
Berdasarkan akte kelahirannya, anak tersebut lahir pada jam 08.10 waktu setempat (aktenya ditanda tanganin sama Pak Syam'un A. Ashari, BA., Kepala Kantor Catatan Sipil Bandar Lampung yang bernomor induk pegawai 010044934).
Anak tersebut dilahirkan di sebuah Rumah Sakit Bersalin (ingat, bukan di klinik dokter gigi), tepatnya Rumah Sakit Bersalin Restu Ibu, yang terletak di Teluk Betung, sebuah tempat di kota BANDARLAMPUNG, sebuah kota yang terletak beberapa km dari Jakarta (Jakarta adalah Ibukota negara Indonesia saat itu).
Pada saat terlahir, anak itu tidak bisa berjalan, bisanya menangis. Namun, keajaiban datang, sekitar dua tahun kemudian, anak itu sudah bisa berjalan. Sungguh mengharukan.
Pada masa kecilnya, Rifa tinggal di Jakarta selama beberapa bulan. Dan pada saat usianya 1 tahun, orang tuanya pindah ke Tangerang, Agar tidak dibilang sombong, maka ia pun ikut orang tuanya ke Tangerang (Ingat, ia ikut orang tuanya tanpa ada unsur paksaan, tapi ikhlas). Sungguh anak yang berjiwa besar.
Waktu itu ia menetap di Tangerang.
Sampai sekarang pun ia masih di Tangerang.
Namun, berhubung ia keterima di sebuah perguruan tinggi negeri di Depok, akhirnya ia memutuskan untuk ngekost di daerah Jagakarsa, Jakarta Selatan. Dengan berat hati meninggalkan Kota Tangerang. Demi meraih cita-cita. Demi mengubah keadaan diri dan bangsa, bersama jaket kuningnya....
Oleh orang tuanya dinamakan RIFA MULYAWAN.
Berdasarkan akte kelahirannya, anak tersebut lahir pada jam 08.10 waktu setempat (aktenya ditanda tanganin sama Pak Syam'un A. Ashari, BA., Kepala Kantor Catatan Sipil Bandar Lampung yang bernomor induk pegawai 010044934).
Anak tersebut dilahirkan di sebuah Rumah Sakit Bersalin (ingat, bukan di klinik dokter gigi), tepatnya Rumah Sakit Bersalin Restu Ibu, yang terletak di Teluk Betung, sebuah tempat di kota BANDARLAMPUNG, sebuah kota yang terletak beberapa km dari Jakarta (Jakarta adalah Ibukota negara Indonesia saat itu).
Pada saat terlahir, anak itu tidak bisa berjalan, bisanya menangis. Namun, keajaiban datang, sekitar dua tahun kemudian, anak itu sudah bisa berjalan. Sungguh mengharukan.
Pada masa kecilnya, Rifa tinggal di Jakarta selama beberapa bulan. Dan pada saat usianya 1 tahun, orang tuanya pindah ke Tangerang, Agar tidak dibilang sombong, maka ia pun ikut orang tuanya ke Tangerang (Ingat, ia ikut orang tuanya tanpa ada unsur paksaan, tapi ikhlas). Sungguh anak yang berjiwa besar.
Waktu itu ia menetap di Tangerang.
Sampai sekarang pun ia masih di Tangerang.
Namun, berhubung ia keterima di sebuah perguruan tinggi negeri di Depok, akhirnya ia memutuskan untuk ngekost di daerah Jagakarsa, Jakarta Selatan. Dengan berat hati meninggalkan Kota Tangerang. Demi meraih cita-cita. Demi mengubah keadaan diri dan bangsa, bersama jaket kuningnya....



Bravo.
Nice blog. Are you a model?
You are so handsome. Wow...
Please visit:
http://pheromone-world.blogspot.com
Keep blogging.
Good luck....