02 Januari 2011

Blog yang Terlantar dan Masa Depannya

“Kemarin-kemarin perasaan dia rajin salat, tapi sekarang kok beda ya?”

Pernahkah Anda menemui orang-orang semacam itu? Atau jangan-jangan, Anda sendiri begitu?

Jika ya, Anda tidak sendiri. Ada kalanya seseorang menjadi rajin, namun ada juga masanya ia menjadi seorang yang amat pemalas. Di satu waktu seseorang bisa menjadi sangat rajin menabung, namun di waktu lainnya ia tiba-tiba berubah menjadi seorang yang lebih boros daripada anggota DPR yang ke Afrika Selatan untuk melihat seragam pramuka di sana. Ya, rasanya banyak orang yang mengalami seperti ini, yang kadang tiba-tiba menjadi tidak konsisten atas suatu hal. Termasuk saya. Kadang saya memang berusaha untuk menjalankan salat lima waktu yang berhukum wajib itu, namun ada kalanya saya pernah satu hari tidak menjalankan salat sama sekali. Ah, sudahlah, saya tidak sedang ingin membahas itu. Setiap mengingat-ingat hal itu, saya merasa sangat bersalah (waktu menulis ini sedang berada di masa rajin salat).

Dahulu, saya begitu menggebu-gebu untuk menulis, sampai-sampai kerap bersemangat untuk ikuti berbagai perlombaan –walau hampir selalu tidak jadi ikut, atau kalau jadi ikut pun ya tidak pernah menang. Semangat saya untuk menulis itu kian mengendur, hingga mungkin dapat dikatakan hampir musnah. Tahun 2010, dapat dilihat, tidak ada satu pun tulisan yang saya luncurkan di blog ini. Mengapa demikian? Kok bisa? Entahlah, yang jelas, saya memang merasakan tiada gairah untuk menulis di tahun itu, kecuali menulis skripsi –itu pun dengan tanpa gairah sebenarnya. Tapi, di tahun 2011 ini, saya bertekad untuk kembali menulis, apapun yang ingin saya tulis. Entah menulis opini, pengalaman, kutipan-kutipan inspiratif, cukilan buku, ataupun sekedar menulis tentang mengapa saya dilahirkan tampan. Eh maaf, maksudnya sekedar menulis apapun tentang diri saya. Saya menyadari mungkin semangat saya menulis sekarang ini paling lama juga bertahan 3 bulan, itu juga sudah bagus. Tapi, setidaknya, saya sudah berusaha untuk mulai kembali. Semoga bertahan lama.

Komentar :

ada 2 komentar ke “Blog yang Terlantar dan Masa Depannya”
Luthfi MH mengatakan...
pada hari 

ibadah sama nulis emang beda...tapi soal semangat semua sama. kadang suka kendur, kadang rajin banget. yang penting dalam masa-masa kendur itu kita gak ninggalin kewajiban kita. saya juga sering males nulis, bahkan beberapa kali blog saya ganti. tapi ke depan saya juga berharap bisa terus semangat menulis, sekedar untuk menorehkan cerita-cerita ringan atau memotivasi diri sendiri.

semangat rifa! salam kenal :-)

Widya Okta mengatakan...
pada hari 

Saya Widya Okta, saya ingin bersaksi pekerjaan Allah yang baik dalam hidup saya kepada orang-orang saya yang mencari pinjaman di asia karena buruk ekonomi di beberapa bagian, seperti Indonesia, Malaysia dan lain-lain. Apakah mereka orang yang mencari pinjaman di antara kamu? Maka Anda harus sangat berhati-hati karena banyak perusahaan pinjaman penipuan di sini di internet, tetapi mereka masih asli sekali di perusahaan pinjaman palsu. Saya telah menjadi korban dari suatu penipuan pemberi pinjaman 6-kredit, saya kehilangan begitu banyak uang karena saya mencari pinjaman dari perusahaan mereka. Aku hampir mati dalam proses karena saya ditangkap oleh orang-orang dari utang saya sendiri, sebelum aku rilis dari penjara dan seorang teman yang saya saya menjelaskan situasi saya kemudian memperkenalkan saya ke perusahaan pinjaman reliabl yang SANDRAOVIALOANFIRM. Saya mendapat pinjaman saya Rp900,000,000 dari SANDRAOVIALOANFIRM sangat mudah dalam 24 jam yang saya diterapkan, Jadi saya memutuskan untuk berbagi pekerjaan yang baik dari Allah melalui SANDRAOVIALOANFIRM dalam kehidupan keluarga saya. Saya meminta saran Anda jika Anda membutuhkan pinjaman Anda SANDRAOVIALOANFIRM kontak yang lebih baik. menghubungi mereka melalui email:. (sandraovialoanfirm@gmail.com)
Anda juga dapat menghubungi saya melalui email saya di (widyaokta750@gmail.com) jika Anda merasa sulit atau ingin prosedur untuk memperoleh pinjaman.

Posting Komentar

 

© 2009 Powered by Blogger.

rifamulyawan online is powered by Rifa Mulyawan